Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Semarang berlangsung khidmat. Di Lapangan Simpanglima, suasana pagi itu sejuk. Sekitar pukul enam seperempat pagi, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tiba. Ia tak sendirian; putra bungsunya, Mohammad Alif Daffa, menemaninya. Luthfi tampak sederhana dengan baju putih dan peci hitam. Dengan penuh perhatian, ia mendorong kursi roda Daffa menuju area salat. Mereka lalu mengambil posisi di saf paling depan, bersiap untuk ibadah.
Salat Id sendiri baru dimulai setengah jam kemudian, tepatnya pukul 06.30 WIB. Yang bertindak sebagai imam adalah KH Zaenuri Ahmad. Beliau bukan sembarang ulama, melainkan imam tetap Masjid Raya Baiturrahman dan Masjid Agung Jawa Tengah, sekaligus pengasuh Ponpes Nurul Qur'ani. Sementara wejangan dalam khotbah disampaikan oleh Saiful Mujab, sang Ketua Kanwil Kemenag Jateng.
Rangkaian ibadah usai, suasana pun berubah lebih cair. Luthfi tak langsung pergi. Ia menyempatkan diri menyapa dan bersilaturahmi dengan warga yang hadir. Banyak yang antre untuk sekadar berjabat tangan, tak sedikit pula yang ingin mengabadikan momen dengan berfoto bersama. Gubernur melayani mereka dengan sabar dan senyum khasnya.
Dalam keterangan tertulisnya di hari yang sama, Sabtu 21 Maret 2026, Luthfi menyampaikan ucapan selamat.
"Hari ini kita merayakan lebaran 1447 H. Selamat Idulfitri, dengan fitri kita kembali ke yang suci, kita harus menatap masa depan dengan rasa persatuan dan kesatuan secara optimis," tulisnya.
Lebih lanjut ia menekankan, momen Lebaran ini sejatinya adalah waktu untuk refleksi bersama. Saatnya menyucikan diri dan kembali ke fitrah. Menurutnya, semua elemen masyarakat punya tugas yang sama: menjaga persatuan. Itu modal utama untuk membangun Jawa Tengah dan Indonesia ke depan.
Artikel Terkait
LPDP Umumkan Jadwal Baru dan Tahapan Seleksi Beasiswa 2026
Tarif Rp 1 MRT Jakarta Bikin Warga Lega Saat Mudik Lebaran
Keluarga Tahanan KPK Sambangi Rutan di Momen Lebaran
Megawati-Prabowo Bertemu di Istana, Hasto Sebut Seperti Reuni Teman Lama