Isu Naturalisasi Pascal Struijk Kian Nyata, Didukung Kunjungan Pelatih hingga Tato Garuda

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:30 WIB
Isu Naturalisasi Pascal Struijk Kian Nyata, Didukung Kunjungan Pelatih hingga Tato Garuda

HARIAN – Isu naturalisasi Pascal Struijk, bek Leeds United, untuk Timnas Indonesia kian panas. Bukan cuma isapan jempol belaka, ada beberapa petunjuk kuat yang menunjukkan proses ini sedang berjalan serius. Yang menarik, sinyal-sinyal ini datang dari berbagai arah, mulai dari kunjungan seorang pelatih, unggahan media sosial, hingga dukungan dari salah satu pemain andalan kita.

Marselino Ferdinan, pemain yang sangat dipercaya Shin Tae-yong, ikut memberi kode. Ia menyukai beberapa postingan terakhir Struijk di Instagram. Ditambah lagi, ada tato burung Garuda yang tiba-tiba menghiasi kaki pemain berdarah Indonesia itu. Semua ini bikin spekulasi makin liar.

Kunjungan Rahasia Simon Grayson ke Leeds

Indikasi pertama datang dari Simon Grayson. Asisten pelatih Timnas Indonesia era John Herdman ini baru-baru ini menyambangi markas Leeds United. Kunjungannya bukan tanpa alasan. Grayson punya sejarah panjang dengan klub tersebut, pernah menjadi pelatih kepala di sana selama empat musim.

Nah, banyak yang menduga kunjungan ini punya misi khusus. Diduga, John Herdman mengutus Grayson untuk membujuk Struijk agar bersedia membela Garuda. Soal kunjungannya, Grayson sendiri mengaku takjub melihat perubahan yang terjadi di klub lamanya itu.

"Pertama kali kembali sejak Februari 2012, tempat ini benar-benar berubah," tulisnya di Instagram.

Tato Garuda & Darah Indonesia Struijk

Lalu, ada petunjuk visual yang sulit diabaikan. Pascal Struijk memamerkan tato burung Garuda di kakinya lewat unggahan media sosial. Foto yang di-posting Rabu, 18 Maret 2026 itu langsung viral. Banyak yang menafsirkannya sebagai bentuk ikatan emosional sang pemain dengan tanah leluhurnya.

Memang, Struijk punya darah Indonesia dari kakeknya. Secara aturan, ia masih memenuhi syarat untuk dinaturalisasi. Usianya yang 26 tahun juga masih ideal. Faktor penting lainnya: ia belum sekalipun membela Timnas Belanda senior. Pintu untuk Indonesia terbuka lebar.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar