Suasana di Rutan KPK pagi itu cukup berbeda. Menjelang Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, gerbangnya terbuka bagi keluarga para tahanan untuk bersilaturahmi. Komisi Pemberantasan Korupsi memang membuka jadwal kunjungan khusus di hari raya ini. Tak heran, sejak sebelum pukul sepuluh pagi, sudah terlihat antrean di meja registrasi.
Mereka datang berduyun, membawa bingkisan makanan. Pihak rutan pun dengan cermat memeriksa setiap bungkusan yang masuk. Ada haru, ada juga raut wajah yang berusaha biasa saja di tengah momen yang seharusnya penuh keceriaan ini.
Di antara yang hadir, terlihat wajah-wajah familiar. Keluarga Bupati Pati nonaktif Sudewo hadir, begitu pula keluarga mantan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang. Lalu ada Dicky Yuana Rady, Dirut Inhutani V yang juga masih mendekam. Menurut sejumlah saksi, anak Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq, Mehnaz Nazeera Ashraff, juga terpantau.
Namun begitu, Mehnaz memilih diam. Saat ditanya wartawan, ia hanya terus berjalan, tak menghiraukan pertanyaan yang dilontarkan.
Berbeda dengan Riyan Ahmad Radi. Anak Dicky Yuana yang berusia 26 tahun ini justru bersedia berbincang. Ia datang bersama anggota keluarga lainnya, memanfaatkan kesempatan langka itu.
"Saya habis besuk sama kakak buat ke ayah. Ayah saya soalnya terjerat kasus korupsi waktu setahun lalu, dan sekarang ayah di rutan udah hampir setahun," ujar Riyan.
Suaranya datar, tapi jelas. Kunjungan singkat itu, baginya, adalah cara untuk sekadar bertemu dan melihat langsung kondisi sang ayah di balik jeruji, di hari yang seharusnya dirayakan bersama sanak keluarga.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Anggaran 165 Petugas Penjaga Perlintasan Kereta di Sumatera Barat Aman Hingga 2026, Pembangunan Palang Dimulai 2027
Erin Taulany Bantah Aniaya ART, Balik Tuding Korban Rekam dan Sebar Konten Isi Rumah
Pemkab Bogor Siapkan Rp100 Miliar untuk Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Tiga Kecamatan
Kemensos Targetkan 32.000 Siswa Baru di Sekolah Rakyat pada Juli 2026