Mendikdasmen: Tujuh Kebiasaan Hebat Harus Tetap Berjalan Saat Libur Lebaran

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:30 WIB
Mendikdasmen: Tujuh Kebiasaan Hebat Harus Tetap Berjalan Saat Libur Lebaran

Libur Lebaran memang waktu yang tepat untuk rehat sejenak dari rutinitas kelas. Tapi, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, punya pesan khusus: jangan sampai kebiasaan baik ikut-ikutan libur.

Menurutnya, tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat harus tetap berjalan. Meski siswa sedang tidak dalam kegiatan belajar formal, pembentukan karakter itu tidak boleh berhenti.

“Kemampuan kita kan nggak cuma dilihat dari nilai akademik,” ujar Mu’ti.
“Tapi justru dari rutinitas sehari-hari yang membentuk karakter itu sendiri.”

Pernyataan itu disampaikannya dalam webinar bertajuk ‘Pak Menteri Menyapa Pelajar Indonesia Hebat: Liburan Pelajar Edukatif dan Bermutu’, yang disiarkan lewat YouTube Kemendikdasmen, Sabtu (21 Maret 2026).

Nah, tujuh kebiasaan yang dimaksud itu mencakup bangun pagi, beribadah, olahraga, makan makanan sehat, gemar belajar, aktif di masyarakat, dan tidur yang cukup. Mu’ti meyakini, rutinitas sederhana ini punya dampak besar jika dilakukan terus-terusan. Bukan cuma untuk fisik, tapi juga kesehatan mental dan tentu saja, prestasi.

“Kalau kita lakukan konsisten, dampaknya luas. Untuk fisik, psikis, dan pencapaian kita,” tegasnya.

Di sisi lain, Mu’ti juga menyoroti pentingnya memanfaatkan waktu pagi. Saat otak masih segar, itulah momen terbaik untuk menyerap informasi atau sekadar merencanakan hari. Ia mengingatkan, keseimbangan hidup atau well-being seringkali dimulai dari hal-hal sederhana seperti ini.

Namun begitu, membangun kebiasaan positif bukan perkara mudah. Lingkungan punya peran krusial. Mu’ti menilai, memiliki teman-teman yang saling mendukung akan membuat pelajar lebih mudah menjaga konsistensi.

“Cari teman yang sejalan dengan tujuanmu. Lingkungan itu pengaruhnya besar,” pesannya.

Intinya, jangan remehkan hal-hal kecil. Kebiasaan yang tampak sepele, kalau dibiasakan, lama-lama jadi fondasi yang kuat. Dengan begitu, pelajar diharapkan bisa tumbuh jadi generasi yang tidak hanya sehat dan produktif, tapi juga punya karakter tangguh untuk masa depan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar