Di tengah sorotan soal efisiensi anggaran, Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menyentil gubernur yang menganggarkan mobil dinas baru senilai Rp 8 miliar. Sorotan itu langsung menyasar Kalimantan Timur. Namun begitu, Pemprov Kaltim sudah bergerak cepat.
Mereka memastikan proses pengembalian mobil dinas Gubernur Rudy Mas'ud yang bernilai Rp 8,49 miliar itu telah dituntaskan secara administratif.
Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menjelaskan detailnya. Menurutnya, secara hitungan dan administratif, proses pengadaan dianggap selesai. Alasannya, mobil tersebut sama sekali belum pernah dipakai ke lapangan.
Faisal memberikan rincian yang menarik. Dari angka Rp 8,49 miliar yang ramai diberitakan, ternyata pihak penyedia hanya menerima pembayaran bersih sekitar Rp 7,5 miliar. Lho, kemana sisanya?
Ternyata, selisih hampir Rp 1 miliar itu adalah potongan pajak. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPh yang sudah disetor ke kas negara. Jadi, uang itu tidak hilang atau dinikmati penyedia, melainkan masuk ke pemasukan pemerintah pusat.
Artikel Terkait
Kapolri Tegaskan Komitmen Polri Jaga Keamanan dan Arus Mudik Lebaran
Idul Fitri, Jakarta Berubah: Jalanan Lengang, Transportasi Umum Ramai
Salat Idul Fitri di Maninjau Dipusatkan di Masjid Pascabencana
Tahun 2030, Ramadan Dua Kali dalam Setahun Kalender Masehi