Membandingkannya dengan tahun sebelumnya memang terlihat jelas perbedaannya. Periode yang sama di 2025, pemudik yang naik hanya 714 orang dan yang turun 1.097 orang. Lonjakannya drastis, bukan main.
Lalu, apa penyebabnya? Simon punya beberapa analisa. Pertama, banyak orang yang kini memilih angkutan laut untuk mudik. Kemungkinan karena pertimbangan biaya atau kapasitas. Faktor kedua adalah libur panjang yang memberi waktu perjalanan lebih fleksibel.
"Selain itu juga karena adanya libur panjang," tambahnya.
Di sisi lain, arus di bandara justru mulai menunjukkan penurunan. Simon mencatat, calon penumpang di bandara sudah banyak yang berangkat lebih awal, beberapa hari sebelumnya. Kondisi itu membuatnya memprediksi arus di pelabuhan pada H-3 Lebaran (18 Maret 2026) akan stabil di kisaran 1.000-an pemudik saja. Perlahan tapi pasti, gelombang besar mulai mereda.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka
Anggota DPR: Gelombang Mudik Lebaran Dongkrak Ekonomi Daerah Ratusan Triliun