Malam itu, kawasan Monas tampak berbeda. Kerumunan orang sudah mulai berkumpul, bukan di kawah fajar seperti biasanya, melainkan selepas maghrib. Reuni Akbar 212 kembali digelar, Selasa (2/12/2025) malam. Perubahan waktu ini langsung terasa. Tak lagi sejak dini hari, acara justru dimulai saat langit Jakarta mulai gelap.
Menurut Buya Husein, selaku Humas acara, ada pertimbangan praktis di balik keputusan itu. "Tahun ini kita adakan di malam hari karena hari ini adalah hari kerja," jelasnya.
Ia melanjutkan, pihaknya tak ingin mengganggu aktivitas warga atau memberatkan peserta yang harus bekerja seharian. Dengan begini, mereka berharap kehadiran umat bisa lebih maksimal dan kemacetan pun bisa ditekan.
Di sisi lain, nuansa politik dan hukum juga mengemuka. KH Ahmad Sobri Lubis, Ketua Steering Committee, menyuarakan dukungannya dengan nada tegas. Ia menegaskan kesiapan massa untuk mendukung pemerintahan Prabowo Subianto, khususnya dalam memerangi korupsi dan mafia.
"Kami bukan orang Prabowo, tapi kami tidak terima kalau ada upaya kebaikan yang diancam oleh mafia," tegas Kyai Sobri.
Ia menambahkan, mereka siap pasang badan andai pemerintah serius memberantas mafia tanah, koruptor, hingga pembalakan liar. Komitmen itu disampaikan lantang di hadapan ribuan peserta.
Namun begitu, fokus acara malam itu tak cuma soal politik. Ada keprihatinan lain yang lebih mendesak: bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera. Sejak akhir November lalu, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dilanda musibah. Panitia mendesak pemerintah menetapkannya sebagai Bencana Nasional agar penanganannya lebih cepat.
Sebagai wujud nyata solidaritas, rangkaian acara diisi dengan Salat Gaib berjamaah. Lalu, ada penggalangan dana yang skalasinya cukup besar.
"Kami menargetkan penggalangan dana malam ini bisa mencapai Rp 10 miliar," lanjut Kyai Sobri.
Dana itu rencananya tak hanya untuk korban di Sumatera, tapi juga akan disalurkan untuk saudara di Palestina dan Sudan yang tengah menderita.
Malam itu pun berlangsung khidmat. Di antara ribuan peserta, terlihat sejumlah tokoh seperti Habib Rizieq Shihab hadir memberikan dukungan. Suasana Monas yang biasanya sepi di hari kerja, malam itu dihangatkan oleh doa dan harapan untuk negeri.
Artikel Terkait
AC Milan vs Juventus Imbang Tanpa Gol, Peluang Liga Champions Terancam
Inter Milan Gagal Pertahankan Keunggulan Dua Gol, Ditahan Imbang Torino 2-2
Gubernur Sulsel Groundbreaking Jalan 141 Kilometer Buka Isolasi Wilayah Seko di Luwu Utara
Lille Kalahkan Paris FC 1-0 Lewat Penalti, Kokoh di Papan Atas Ligue 1