Seorang pegawai di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purbalingga, tepatnya di wilayah Karangreja Tlahab Lor 1, akhirnya dipecat. Penyebabnya? Sebuah status WhatsApp yang kontroversial. Status itu berisi kalimat "Peregengan sik, sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur". Ucapan itu langsung memicu badai di media sosial.
Tak lama setelah kegaduhan itu, sang pegawai pun muncul dengan permintaan maaf.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mengenai postingan saya yang pada akhirnya membuat gaduh, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya," tulisnya dalam sebuah tangkapan layar yang beredar.
Ia mengakui status yang dibuatnya itu keliru. Bahkan, kata-kata yang dipilihnya sendiri dianggapnya tidak pantas untuk diucapkan.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Tiga WNA Produser Konten Porno di Bali, Salah Satunya Pakai Jaket Ojol untuk Sensasi
Krisis Suksesi: Hanya 6% Generasi Muda Indonesia Berminat Pimpin Korporasi
Wamen Dalam Negeri Dorong Transformasi Layanan Kesehatan di RSUD Yowari Sentani
Bayaran Tertinggi Bintang Hollywood Anjlok, Kekuatan Nama Besar Mulai Tergeser