Suara serupa datang dari delegasi Amerika Serikat. Menteri Dalam Negeri AS, Doug Burgum, menegaskan hal itu dalam pernyataannya pada Sabtu, 14 Maret 2026.
"Memperkuat kemitraan di seluruh Indo-Pasifik sangat penting untuk keamanan dan kemakmuran global," tutur Burgum.
Dia juga berjanji AS akan memperluas ekspor energinya. Tak hanya itu, Burgum menyatakan kesiapan untuk melawan aktor-aktor yang dianggap menggunakan energi sebagai alat pemaksa untuk mengontrol pihak lain.
Di sela-sela forum, ada perkembangan konkret yang dicapai. Jepang dan Amerika Serikat menyepakati pembentukan tim respons cepat. Tim ini punya tugas khusus: mengatasi gangguan pada rantai pasokan mineral penting. Kesepakatan ini sekaligus memperkuat kerja sama bilateral kedua negara di sektor yang krusial ini.
Jadi, meski ancaman gangguan pasokan membayangi, forum di Tokyo setidaknya menghasilkan komitmen dan langkah awal. Semua pihak tampaknya sadar, kerja sama adalah kuncinya.
Artikel Terkait
KPK Panggil Ulang Maktour dan SATHU untuk Dalami Peran Fuad Hasan dalam Kasus Kuota Haji
KPK Tahan Gus Alex Terkait Dugaan Suap Kuota Haji
Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Lebaran 2026 pada 19 Maret
DPR Dukung Sikap Prabowo: Bertahan di Board of Peace untuk Pengaruhi Isu Palestina