Pengamat Soroti Distribusi dan Daya Beli sebagai Kunci Stabilitas Harga Pangan Jelang Lebaran

- Senin, 16 Maret 2026 | 18:15 WIB
Pengamat Soroti Distribusi dan Daya Beli sebagai Kunci Stabilitas Harga Pangan Jelang Lebaran

Data dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan menunjukkan, situasi harga minggu ini relatif stagnan. Tapi, tetap saja sejumlah barang dijual di atas patokan.

Beras medium nasional, contohnya, masih bertengger di atas HET. Untuk beras premium, di zona I mungkin masih aman, tapi di zona II dan III sudah banyak yang melanggar batas. Bukan cuma beras. Minyakita, gula, telur ayam, daging ayam, sampai kedelai juga tercatat harganya di atas acuan pemerintah. Harga gula konsumsi bahkan sudah berbulan-bulan membandel.

Yang menarik perhatian Khudori adalah harga daging kerbau. Komoditas ini, katanya, sudah bertahun-tahun harganya di atas acuan, sejak 2017 lalu. Harga impornya dari India jauh melampaui patokan, terutama di zona II dan III. Sayangnya, belum ada langkah serius untuk menanganinya. Intervensi justru lebih banyak diarahkan ke daging sapi.

Secara historis, tekanan harga pangan di bulan Ramadan emang sebuah pola yang terus berulang. Dua dekade terakhir, inflasi di periode ini sebagian besar disumbang oleh kenaikan harga pangan. “Ini menandakan berbagai upaya yang dilakukan belum membuahkan hasil sepadan,” tutur Khudori.

Maka, ia menilai perlu ada perbaikan strategi. Stabilisasi harga jelang Lebaran tidak bisa hanya mengandalkan jaminan stok. Pemerintah harus memastikan distribusi lancar dan harga tetap terjangkau sampai hari raya usai. Itu kuncinya.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar