Menteri Keuangan Purbaya: To the Moon, Jangan Takut! Meski IHSG Anjlok, Target 10.000 Poin di 2026 Tetap Dikejar

- Kamis, 29 Januari 2026 | 11:12 WIB
Menteri Keuangan Purbaya: To the Moon, Jangan Takut! Meski IHSG Anjlok, Target 10.000 Poin di 2026 Tetap Dikejar

Bursa saham kita sempat mati suri selama dua hari. IHSG anjlok, dan otoritas bursa terpaksa menekan tombol trading halt untuk meredam kepanikan. Situasinya cukup mencekam, tapi di tengah keributan ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru bersuara lantang. Dia yakin banget, optimisme pasar bakal pulih dan indeks malah bisa melesat hingga 10.000 poin di penghujung 2026.

Faktanya, Kamis (29/1) lalu, IHSG kembali terperosok 8 persen ke level 7.654,66. Sistem perdagangan otomatis Jakarta (JATS) pun dihentikan paksa tak lama setelah pasar dibuka, tepatnya pukul 09:26:01.

“Kan akhir tahun kan (10.000). To the moon, jangan takut. Pondasi kita bagus. Kan saya menteri keuangannya. Optimis (IHSG) 10.000, enggak usah takut,”

Ucap Purbaya dengan nada percaya diri, saat ditemui di sekitaran Kantor Kemenko Perekonomian.

Menurutnya, kejatuhan dua hari berturut-turut ini cuma efek kejutan sesaat. Pemicunya adalah penilaian dari MSCI terhadap Bursa Efek Indonesia yang bikin pasar kaget. Tapi tenang, kata dia, ini cuma sementara. Fondasi ekonomi kita sebenarnya nggak bermasalah.

“Ini shock sementara karena fundamental kita gak masalah. Kalau yang jatuh bursa saham-saham goreng kan saya sudah ingatkan dari dulu. Bersihkan bursa dari saham gorengan,”

Dia menambahkan, kondisi seperti ini biasanya cuma bertahan beberapa hari saja. “Biasanya 2 hari, 2 setengah hari, 3 hari, abis itu udah,” jelasnya.

Nah, buat investor yang was-was, Purbaya punya saran. Alihkan perhatian ke emiten-emiten besar, yang kondisi keuangannya sehat atau yang biasa kita sebut saham blue chip. Di situ, katanya, masih ada peluang dan kenaikannya belum terlalu tinggi.

“Tapi yang besar-besar kan masih ada, yang saham-saham, yang blue chip. Itu kan naiknya belum terlalu tinggi. Kalau anda takut lari aja ke situ. Jadi kalau pondasinya ekonomi akan membaik terus ke depan,”

Sebelumnya, Rabu (29/1), skenario serupa sudah terjadi. IHSG juga ambruk 8 persen ke level 8.261,7 yang berujung pada penghentian perdagangan.

Langkah BEI memberlakukan trading halt ini bukan tanpa dasar. Semua dilakukan demi menjaga agar perdagangan saham tetap berjalan tertib, wajar, dan efisien. Aturan mainnya mengacu pada Peraturan Nomor II-A dan Surat Keputusan Direksi BEI nomor Kep-00002/BEI/04-2025. Intinya, ini langkah pengamanan, bukan tanda kehancuran.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar