Kepolisian, misalnya, sudah memberlakukan sistem satu arah dalam radius 4,5 kilometer dari pelabuhan sejak Senin siang. Mereka juga mengalihkan kendaraan kecil ke Buffer Zone Kargo. Harapannya, jalur utama bisa lebih longgar.
Dari sisi penyeberangan, ASDP mengerahkan 35 unit kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Pola operasi mereka padat sekali. Skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) juga masih dipakai di beberapa dermaga, biar kapal cepat balik lagi.
"Berbagai langkah percepatan operasional terus kami lakukan bersama stakeholder, mulai dari pengaturan lalu lintas di jalur antrian hingga optimalisasi layanan penyeberangan, agar arus kendaraan tetap bergerak dan antrean dapat segera terurai,” jelas Heru.
Jadi, situasinya memang lagi genting. Semua pihak berharap langkah-langkah darurat ini bisa segera meredakan kepadatan yang terjadi di gerbang masuk Bali itu.
Artikel Terkait
Dishub DKI Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2026 pada 17-18 Maret
Jakarta Lengang, Pemerintah Terapkan WFA untuk Antisipasi Arus Mudik Lebaran 2026
Kapolri Imbau Masyarakat Tenang, Pastikan Stok Pangan dan BBM Aman
Konflik Tanah Ulayat di Manggarai Nyaris Picu Bentrok Antarwarga