Wall Street Anjlok, Saham Teknologi dan AI Tertekan Berat
Pasar saham Amerika Serikat, Wall Street, ditutup merosot tajam pada perdagangan Kamis. Penurunan ini terutama didorong oleh aksi jual besar-besaran terhadap saham-saham teknologi dan perusahaan kecerdasan buatan (AI) seperti Nvidia.
Sentimen investor memburuk setelah munculnya perbedaan pandangan di kalangan bankir sentral AS (The Fed) mengenai prospek ekonomi, yang membuat harapan untuk pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat meredup.
Indeks Saham Utama AS Catat Kerugian Terdalam
Ketiga indeks utama Wall Street mengalami penurunan persentase terbesar dalam lebih dari satu bulan. Indeks S&P 500 terkoreksi 1,66% ke level 6.737,49. Indeks Nasdaq, yang dipenuhi saham teknologi, jatuh lebih dalam sebesar 2,29% ke posisi 22.870,36. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melemah 1,65% ke level 47.457,22.
Saham AI dan Teknologi Jadi Penyumbang Kerugian
Sentimen terhadap saham-saham dengan valuasi tinggi, yang sebelumnya diuntungkan oleh euforia AI, kembali menuai tekanan. Nvidia, raksasa chip AI, terpangkas 3,6%. Tesla juga anjlok 6,6%, dan Broadcom merosot 4,3%.
Seorang kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities, Peter Cardillo, mengonfirmasi adanya ketidakpastian ekonomi dan koreksi di sektor AI yang memicu rotasi aset di pasar.
Artikel Terkait
Laba Bersih Trisula International Melonjak 33% pada 2025 Didorong Ekspor
BSA Logistics Targetkan Rp302 Miliar dari IPO, Mayoritas untuk Akuisisi Perusahaan Afiliasi
WIKA Pangkas Utang Rp3,87 Triliun Meski Rugi Bersih Membengkak
WBSA Jadi Emiten IPO Pertama 2026, Harga Saham Perdana Rp168