Perjalanan ke Bangka Belitung bukan jarak dekat. Kapal harus menempuh sekitar 400 mil laut ke arah utara. Yang menarik, para penumpang yang naik tidak dikenakan biaya sepeser pun. Sofiyan menegaskan, KRI Semarang tak cuma berangkat, tapi juga akan standby di sana. Tujuannya, untuk mengangkut kembali para pemudik usai Lebaran nanti.
Di sisi lain, langkah ini punya tujuan strategis di baliknya. Menurut pejabat Angkatan Laut itu, kehadiran kapal perang sebagai angkutan mudik diharapkan bisa mengurangi kepadatan di jalur darat. Ada juga harapan agar masyarakat berpikir dua kali untuk menggunakan sepeda motor dalam perjalanan jauh yang berisiko.
Pada akhirnya, ini lebih dari sekadar transportasi. Program mudik gratis dengan kapal perang ini adalah bentuk nyata dukungan TNI AL untuk mobilitas warga di momen pulang kampung yang sakral. Sebuah upaya kecil yang, siapa tahu, bisa membuat perjalanan pulang jadi sedikit lebih aman dan nyaman.
Artikel Terkait
Denise Chariesta Umumkan Rencana Bayi Tabung sebagai Single Parent
Ekonomi Surabaya Tumbuh 5,87%, Lampaui Capaian Jatim dan Nasional
Portal Pandemi Masih Tertutup, Warga dan Siswa di Rungkut Menanggal Kesulitan Akses
Presiden Prabowo Tegaskan Batas Defisit APBN 3% Tak Akan Diubah