Dampaknya, bagi politikus ini, jauh lebih luas dari sekadar luka fisik korban. Aksi teror itu berpotensi menebar rasa takut. Tak hanya di kalangan aktivis, tapi juga masyarakat sipil yang selama ini getol mengawal isu keadilan. Ini adalah bentuk intimidasi yang bisa melemahkan komitmen negara, begitu curiganya.
Lalu, apa yang mesti dilakukan? Bimantoro mendesak aparat untuk bergerak cepat. Penanganan kasus ini harus transparan dan profesional. Kepolisian dituntut untuk mengungkap semua pihak yang terlibat, tanpa kecuali.
"Kasus ini harus diusut sampai tuntas. Aparat kepolisian perlu segera mengungkap dan menangkap siapa pun yang terlibat, mulai dari pelaku utama hingga pihak yang merencanakan, memerintahkan, maupun membantu pelaksanaan aksi tersebut," tegasnya.
Ia menambahkan, penegakan hukum yang tegas sangat krusial. Tujuannya jelas: agar tidak ada lagi ruang bagi teror terhadap aktivis. Pengungkapan yang profesional, menurut Bimantoro, juga penting untuk menjaga kepercayaan publik. Negara, pada akhirnya, harus jadi penjaga yang memastikan para pembela HAM bisa bekerja dengan aman, mengawal keadilan tanpa rasa was-was.
Artikel Terkait
Portal Pandemi Masih Tertutup, Warga dan Siswa di Rungkut Menanggal Kesulitan Akses
Presiden Prabowo Tegaskan Batas Defisit APBN 3% Tak Akan Diubah
Tabrakan Truk Gabah dan Tangki Gas di Tol Tangerang-Merak Akibat Pecah Ban
Polisi Analisis 86 CCTV untuk Ungkap Jejak Pelaku Penyiraman Andrie Yunus