Menanggapi temuan ini, Komandan Regu I Terminal Bimoku, Victor Faot, menyambut baik kunjungan Ombudsman. Baginya, ini jadi bahan evaluasi berharga.
“Lonjakan penumpang mudik beberapa tahun terakhir memang konsisten,” kata Victor.
“Tapi kami tetap berusaha antisipasi. Salah satunya dengan memastikan ketersediaan tiket.”
Victor menambahkan, pihaknya akan segera mengkoordinasikan catatan-catatan dari Ombudsman ke pimpinan. Terutama soal fasilitas kesehatan dan informasi untuk penumpang.
Di sisi lain, terminal juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Posko ANGLEB selama Lebaran. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi operasional.
Sementara itu, Philipus menegaskan komitmen Ombudsman untuk terus mengawasi. Tujuannya agar masyarakat dapat layanan transportasi yang layak, aman, dan adil.
“Kami akan pastikan setiap warga dapat haknya secara utuh, dilayani dengan hormat, dan dijamin keselamatannya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan satu hal penting: manajemen Terminal Bimoku tidak boleh memungut biaya atau retribusi apa pun dari pengguna.
Kalau masyarakat menemukan indikasi pungli atau kendala lain, Philipus meminta agar segera dilaporkan. Bisa melalui posko pengaduan di terminal, atau langsung ke kantor Ombudsman RI Perwakilan NTT.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Modus dan Rute Pelarian Pelaku Penyiran Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus
KPK Sita Uang Tunai Rp 1 Miliar dari Rumah Kadis PUPR dalam OTT Bupati Rejang Lebong
Muhammad Abdul Ghani Resmi Gantikan Agus Sutomo sebagai Dirut PT Agrinas Palma Nusantara
Polri Bentuk Tim Gabungan Usut Penyegelan Air Keras ke Aktivis KontraS