Kesabaran Sopir Truk Habis, Truk Diparkir Melintang di Dermaga
Rasanya sudah mentok. Sudah tiga hari penuh sopir truk itu mengantre, berharap bisa masuk ke kapal di Pelabuhan Bandar Bakau Jaya, Serang. Tapi harapan itu pupus. Karena frustasi dan merasa tak ada jalan lain, ia akhirnya mengambil langkah nekat: memarkir kendaraannya besar-besaran itu melintang, persis menghalangi akses masuk ke kapal.
Kejadian ini berlangsung Minggu pagi, sekitar pukul sepuluh lewat tiga puluh. Kebetulan sekali, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sedang berada di lokasi untuk meninjau langsung kondisi antrean yang katanya memprihatinkan. Begitu turun dari mobil, yang langsung menarik perhatiannya bukanlah antrean panjang, melainkan sebuah truk pengangkut alat berat yang terparkir tak lazim, menghadang jalan.
Dudy pun mendekat. Dengan nada heran, ia bertanya kepada seorang polisi yang berjaga.
"Malang atau gimana ini?" tanyanya.
Polisi itu menjawab bahwa sopir truk telah meninggalkan kendaraannya. Mendengar penjelasan itu, sang Menteri seolah tak percaya.
"Ini ditinggal? MasyaAllah, maksudnya nggak muat ini?" ucap Dudy mempertegas.
Beberapa orang kemudian bergegas mencari sang sopir. Tak butuh waktu lama, pria itu ditemukan dan mendatangi truknya dengan wajah masam, masih menyimpan kekesalan yang jelas terpancar.
Saat sejumlah wartawan mendekat dan menanyai, sopir itu mengeluarkan unek-uneknya. Katanya, truknya ditolak naik oleh petugas pelabuhan. Kenapa ditolak? Ia enggan menjelaskan panjang lebar.
"Ditolak, tanya ke yang nolak," jawabnya singkat, ketus.
Rupanya, itulah puncak dari penantian panjangnya. Sudah tiga hari ia terombang-ambing di pelabuhan, dan penolakan itu adalah titik puncaknya. Alat berat yang diangkutnya disebut-sebut melebihi batas ketinggian yang diizinkan kapal. Itu alasan penolakannya.
"Ditolak, nggak tahu siapa yang nolak. Udah 3 hari di sini. Sengaja (diparkir melintang)," ujarnya lagi, mengakui aksinya memang disengaja sebagai bentuk protes.
Setelah suasana agak mereda dan Menteri Dudy meninggalkan lokasi, akhirnya ada titik terang. Truk beserta alat berat itu kemudian diarahkan oleh petugas ke dermaga lain. Di sana, kapal jenis LCT yang lebih sesuai menunggu. Masalah selesai, tapi kesal yang tertanam di benak sopir itu, mungkin butuh waktu lebih lama untuk menghilang.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi