Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, tak mau buang waktu. Langkah cepat diambilnya untuk mendorong proyek strategis di Sitinjau Lauik, tepatnya di perbatasan Kota Padang dan Kabupaten Solok. Targetnya jelas: memastikan pembangunan flyover berjalan mulus.
Progresnya sendiri terlihat cukup signifikan. Baru-baru ini, panitia pengadaan tanah yang diketuai Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Sumbar telah menyerahkan lahan bebas kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) setempat. Ini sinyal bagus untuk tahap selanjutnya.
“Adanya capaian tersebut sebagai langkah penting,” kata Mahyeldi, Sabtu (14/3/2026).
Ia menekankan, langkah ini krusial untuk menjamin kelancaran pembangunan infrastruktur yang diharapkan bisa meningkatkan konektivitas sekaligus keselamatan transportasi di wilayah Sumbar.
Memang, jalur Sitinjau Lauik selama ini jadi urat nadi penghubung antarwilayah. Tapi reputasinya kurang baik dikenal sebagai titik rawan kecelakaan. Jalanannya curam, tikungannya tajam, membuat banyak pengendara was-was.
“Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik diharapkan tidak hanya memperlancar arus transportasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang melintasi jalur tersebut,” ujar Mahyeldi.
Prosesnya sendiri sudah berjalan cukup lama. Menurut gubernur, tahapan pengadaan tanah dimulai sejak penetapan lokasi di April 2024. Berbagai tahap dilalui, mulai dari pembentukan panitia, verifikasi lapangan, sosialisasi ke masyarakat, hingga musyawarah penyelesaian hak tanah.
Semua itu dilakukan demi kepastian hukum. Dan tentu saja, agar masyarakat yang terdampak mendapat ganti rugi yang layak dan adil.
Mahyeldi pun menyampaikan apresiasi. Ia berterima kasih pada banyak pihak yang sudah bersinergi, mulai dari pemerintah pusat, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, hingga unsur adat dan tokoh masyarakat setempat.
Artikel Terkait
Iran Sumpahkan Akan Mengejar dan Menghabisi Netanyahu
Prajurit TNI Raih Juara Pertama Musabaqah Hifdzil Quran Internasional di Libya
Kombes Ardiyanto Dinonaktifkan Diduga Memeras Tersangka Narkoba Rp375 Juta
Menteri Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Ganggu Stok Pangan dan BBM Nasional