Misalnya, beberapa maskapai tiba-tiba membatalkan penerbangan. Jadwal pun berantakan. Tapi, petugas di lapangan bergerak cepat. Mereka langsung berembug dengan otoritas bandara dan penyelenggara umrah (PPIU) untuk cari solusi.
Alhasil, jemaah yang terdampak tidak sampai telantar. Mereka tetap bisa terbang pulang, meski dengan jadwal yang disesuaikan.
"Alhamdulillah, upaya koordinasi kami berhasil. Jemaah yang sempat tertunda akhirnya bisa dipulangkan. Kami pastikan hak dan kenyamanan mereka tetap terjaga selama menunggu," tambah Ilham.
Kemenhaj sendiri berjanji akan terus mengawal proses ini sampai tuntas. Pendampingan mereka tidak cuma soal tiket dan dokumen. Lebih dari itu, petugas juga memastikan kenyamanan jemaah selama menunggu di bandara. Mulai dari tempat duduk, akses makanan, hingga kebutuhan khusus lainnya.
Sejauh ini, semuanya berjalan terkendali. Para jemaah pun bisa kembali berkumpul dengan keluarga di Tanah Air, membawa oleh-oleh spiritual yang tak ternilai.
Artikel Terkait
Kapolri Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan, Jangan Paksakan Diri
Astra dan Honda Siapkan 1.600 Teknisi dan Posko 24 Jam untuk Mudik Lebaran 2026
Bupati Cilacap dan Sekda Ditahan KPK Usai OTT Dugaan Pemerasan
Menhub Tinjau Arus Mudik di Pantura Cirebon, Soroti Bahaya Mencari Koin di Pinggir Jalan