Respon dari lapangan pun terasa positif. Seperti yang diungkapkan Via, seorang pengemudi bus PO Gunung Mulia yang baru saja menjalani pemeriksaan di Terminal Sukoharjo.
Ia mengaku senang dengan layanan ini. Setelah cek tensi dan gula darah, ia tahu kondisi tubuhnya secara umum. Tensi normal, tapi kadar gula darahnya perlu ia turunkan. “Setidaknya saya jadi tahu dan bisa lebih hati-hati,” ucapnya.
Persiapan di sektor kesehatan memang digenjot. Pemerintah menyiagakan ratusan fasilitas kesehatan: 369 rumah sakit, 883 puskesmas, ditambah ribuan klinik dan balai kesehatan. Semua untuk mengantisipasi kebutuhan medis selama puncak arus mudik.
Sebelumnya, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi juga sudah mengingatkan soal besarnya arus pemudik yang diprediksi masuk. Angkanya tak main-main: sekitar 17,7 juta orang.
“Dengan jumlah sebesar itu tentu semua pihak harus siap karena Jawa Tengah menjadi sentral pergerakan mudik nasional,” kata Luthfi.
Prediksi itu menjadikan Jateng sebagai simpul utama mudik nasional. Makanya, posko-posko yang dibentuk melibatkan banyak pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah, kepolisian, hingga berbagai pemangku kepentingan lain.
Luthfi juga mengingatkan hal lain yang tak kalah krusial: kelaikan kendaraan. Semua pemudik diminta memastikan mobil atau motornya dalam kondisi baik sebelum berangkat.
Selain itu, ada satu hal yang perlu diwaspadai: cuaca. Curah hujan diprediksi masih tinggi selama periode mudik tahun ini, sehingga potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir atau longsor tetap mengintai. Kewaspadaan ekstra mutlak diperlukan.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
MA Kukuhkan Vonis 6 Tahun Penjara untuk Nikita Mirzani
Gubernur Anung Imbau Warga Gunakan Angkutan Umum ke Taman Bendera Pusaka
KPK Beberkan Modus Pemerasan THR Bupati Cilacap yang Berulang Sejak 2025
Menko Hukum Yusril Kecam Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS sebagai Serangan Demokrasi