Bau menyengat langsung menyergap begitu mendekati Jalan Aria Putra di Ciputat, Sabtu pagi itu. Gunungan sampah yang ditutupi terpal dan sebagian lagi tidak terlihat memakan sebagian badan jalan. Kendaraan pun terpaksa melambat, menari-nari menghindari tumpukan kotoran yang sudah mengganggu arus lalu lintas ini.
Keadaan serupa dilaporkan terjadi di sejumlah titik lain di Tangerang Selatan. Di samping Pasar Cimanggis, misalnya, tumpukan sampah juga mempersempit jalan. Pengendara yang melintas terlihat jelas menutup hidung, wajah mereka mengernyit menahan bau tak sedap.
Warga yang sehari-hari melewati lokasi itu punya kekhawatiran yang lebih mendasar. Mereka takut masalah kesehatan akan muncul jika sampah dibiarkan terlalu lama.
"Iya, jelas takut ada penyakit," ujar Rizal, seorang warga Ciputat yang ditemui di lokasi. Suaranya terdengar kesal. "Jangan ditanya lagi. Kalau bisa ya cepat diselesaikan, cari solusi, cepat diangkut."
Menanggapi keluhan ini, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengaku telah mengambil langkah. Dalam keterangannya, dia menyebut proses pengangkutan sampah yang menumpuk itu sedang berjalan, meski bertahap.
"Pengangkutan sedang dijadwalkan dan akan dilakukan secara bertahap," jelas Benyamin, "dengan prioritas di lokasi-lokasi yang paling memengaruhi kenyamanan warga dan arus lalu lintas."
Dia mengaku paham betul keresahan masyarakat. Namun begitu, dia juga meminta pengertian. Pemkot, lewat Benyamin, mengimbau warga untuk sementara waktu menahan diri membuang sampah di titik-titik penumpukan umum jika memungkinkan. "Sambil menunggu pengangkutan selesai," tambahnya.
Upaya tak cuma dilakukan di dalam kota. Untuk mempercepat pembersihan, koordinasi dengan daerah sekitar juga digiatkan. "Kami terus berkoordinasi dengan daerah lain, seperti kota Serang, Bogor dan lainnya. Ini soal rute angkut agar prosesnya lebih cepat dan efisien," papar Benyamin.
Di akhir pernyataannya, sang Wali Kota menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini. "Kami terus berupaya memperbaiki layanan kebersihan demi kenyamanan bersama," tutupnya. Harapannya, situasi yang memprihatinkan ini bisa segera tertangani sebelum keluhan warga kian menjadi.
Artikel Terkait
Satgas Rehabilitasi Banjir Sumbar Fokus Pulihkan 4.863 Sekolah yang Rusak
Jembatan Gantung Putus di Tanggamus, 18 Penumpang Selamat Meski Tercebur ke Sungai
Penyidik Polresta Tangerang Kota Periksa Habib Bahar bin Smith Terkait Dugaan Penganiayaan
Organisasi Pemuda Al Washliyah DKI Dukung Polri Tetap Langsung di Bawah Presiden