"Lebih dari itu di angka 8.300 per jam, maka akan dilakukan one way. Ya nanti akan dikomunikasikan dengan Kakorlantas dan dipantau di Command Center KM 29," tambahnya.
Untuk memantau semua angka itu, Polda Jabar ternyata sudah menyiapkan sistem rayon. Ada empat titik: rayon satu di Bogor, rayon dua di Karawang, rayon tiga di Ciamis, dan rayon empat di Kota Bandung. Tugas mereka sederhana tapi krusial: menghitung dan mengawasi kemacetan di titik-titik paling rawan.
Rayon-rayon ini juga punya peran lain. Mereka bertugas menyiapkan tiga jalur alternatif buat para pemudik. "Satu jalur tol, jalur tol itu jalur tol atas, kemudian jalur tengah, dan jalur tengah itu jalur arteri, dan juga jalur yang ketiga ada jalur untuk menuju lokasi wisata," papar Dedi.
Persiapan terakhir sudah dilakukan. Dedi menegaskan Kapolda Jabar sudah mengantisipasi segalanya. Intinya, begitu tol mulai sesak, manajemen rekayasa langsung siap dijalankan. "Traffic counting itu ketika jalan tol sudah padat maka manajemen rekayasa sudah dipersiapkan ya, bisa dialihkan ke jalur menuju ke jalur arteri."
Jadi, buat yang mau mudik tahun depan, siap-siap saja dengan berbagai kemungkinan di jalan. Polisi tampaknya sudah menyiapkan skenario terbaik atau setidaknya, yang paling memungkinkan untuk mengurai kemacetan yang sudah bisa dipastikan akan terjadi.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Bupati Cilacap Tersangka Dugaan Pemerasan Berkedok THR
Lebih dari 24 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Telah Dipulangkan dari Arab Saudi
KPK Tetapkan Bupati dan Sekda Cilacap Tersangka, Sita Rp610 Juta untuk THR Eksternal
Meta Luncurkan Fitur Balasan Otomatis AI untuk Penjual di Facebook Marketplace