Di balik layar, pemeriksaan ketat juga dilakukan. Melalui proses Ramp Check, kelaikan operasional seluruh sarana dipastikan. Ada 20 lokomotif, 138 kereta penumpang, dan 17 kereta pembangkit yang sudah dinyatakan siap beroperasi.
“Untuk Daop 4, kita sudah siap ya, ada 20 lokomotif yang baru dan 155 kereta yang siap secara aman dipersiapkan untuk mengangkut rekan-rekan penumpang,” jelas Sugiri.
Lalu, bagaimana respons masyarakat? Ternyata, animonya tinggi. Dari total tempat duduk yang ada, 191.470 kursi atau sekitar 45% sudah terjual untuk keberangkatan awal dari Semarang. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 23 Maret, dengan lebih dari 22.000 penumpang akan meninggalkan Daop 4. Sementara puncak arus balik diprediksi jatuh pada 19 Maret, dengan jumlah kedatangan yang juga melampaui 22.000 orang.
Di sisi lain, KAI tak mau lengah. Mereka sudah memetakan setidaknya 39 titik yang dianggap sebagai daerah perhatian khusus. Untuk mengawasi titik-titik rawan itu, dikerahkan 114 personel tambahan. Rinciannya, 14 petugas pemeriksa jalur, 61 petugas ekstra yang berjaga di 33 pintu perlintasan, serta 39 petugas khusus yang fokus memantau daerah-daerah tadi.
“Dengan persiapan matang di seluruh aspek, serta didukung kolaborasi stakeholder, dan kerja keras seluruh insan KAI, kami berkomitmen menghadirkan perjalanan yang aman dan nyaman,” tutup Sugiri.
Harapannya besar. Zero accident dan layanan prima menjadi target yang ingin diwujudkan bersama dalam gelaran mudik Lebaran 2026 nanti.
Artikel Terkait
Menteri Perdagangan Soroti Peran Swasta untuk Dongkrak Ekspor Jasa Indonesia
Mobil Tertabrak KRL di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Parungpanjang, Satu Orang Terluka
Presiden Prabowo dan Sejumlah Menteri Tunaikan Zakat di BAZNAS Sebelum Sidang Kabinet
Petugas Pantau Ketat Kepulangan 24.000 Jemaah Umrah Indonesia dari Arab Saudi