"Polda Metro Jaya termasuk Ditreskrimum pasti juga akan bersama-sama dengan Polres Metro Jakarta Pusat akan mengungkapkan perkara ini," tegasnya.
Respons keras datang dari organisasi tempat Andrie bernaung. KontraS mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini tanpa kompromi. Mereka menilai serangan ini bukan sekadar kriminal biasa.
Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menyatakan serangan tersebut merupakan bentuk kekerasan serius yang ditujukan kepada pembela HAM. Menurutnya, ini adalah upaya sistematis untuk membungkam suara-suara kritis.
“Peristiwa ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat, khususnya pembela HAM,” kata Dimas dalam pernyataan tertulisnya.
Dia menjelaskan lebih rinci, Andrie diserang oleh orang tak dikenal. Air keras yang disiramkan menyebabkan luka di tangan dan kaki, serta mengganggu penglihatannya. Sebuah serangan yang meninggalkan luka fisik sekaligus trauma.
Kasus ini pun langsung menyedot perhatian. Banyak yang membandingkannya dengan praktik-praktik intimidasi masa lalu, menimbulkan pertanyaan besar tentang siapa dalang di baliknya dan apa motif sebenarnya. Polisi kini punya pekerjaan rumah yang berat.
Artikel Terkait
Enam Personel AS Tewas dalam Jatuhnya Pesawat Pengisi Bahan Bakar di Irak Barat
Polisi Gagalkan Persiapan Tawuran Sarung di Bogor, Sita Satu Motor
Gereja Santa Theresia Gelar Buka Puasa Bersama Ratusan Anak Yatim di Tanah Abang
21 Tempat Hiburan di Jakarta Ditegur karena Langgar Aturan Jam Operasi Ramadan