Abu Janda Diperintahkan Keluar Studio Usai Debat Sengit Soal Palestina

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 04:00 WIB
Abu Janda Diperintahkan Keluar Studio Usai Debat Sengit Soal Palestina

Di Instagram, akun terverifikasinya @permadiaktivis2 diikuti hampir 800 ribu orang. Di bio akunnya, dengan gaya khas, ia menulis: "MENTERI AGAMA (unofficial), RESEARCHER (Peneliti) sejarah Israel Palestina."

Namun, namanya juga tak lepas dari kontroversi. April 2025 lalu, beredar kabar ia diangkat sebagai komisaris di sebuah BUMN. Kabar itu langsung dibantah tegas oleh Kementerian BUMN.

Kembali ke insiden Rabu malam itu. Permadi hadir sebagai narasumber mewakili pegiat media sosial. Debat mulai memanas ketika pakar hukum tata negara, Feri Amsari, menyampaikan pandangannya. Intinya, Indonesia disebut punya utang moral besar kepada bangsa Palestina, terkait dukungan mereka dahulu untuk pengakuan kemerdekaan kita.

Pernyataan itu langsung disambar Permadi sebelum Feri selesai berbicara.

"Enggak ada utang sama bangsa Palestina, utang apaan? Jangan ngaco, enggak ada utang!"

Suasana pun jadi seperti bensin tersulut api. Perdebatan sengit berlanjut hingga Feri Amsari menyatakan bahwa Permadi seharusnya keluar dari ruang dialog publik itu. Merasa tersinggung, Permadi langsung berdiri dan mendekati Feri sambil berkata ia akan pergi tanpa perlu disuruh.

Tapi Feri melemparkan sindiran. Permadi membalas dengan kata-kata kasar. Suara mereka saling tindih, studio jadi riuh.

Melihat situasi semakin tak terkendali, host acara, Aiman Witjaksono, mengambil alih. Tegurannya tidak digubris. Akhirnya, dengan nada tinggi dan tegas, Aiman mengeluarkan perintah yang kemudian viral.

"Hei, tidak boleh. Saya peringatkan Anda, kalau Anda tidak bisa tertib, keluar! Keluar! Silakan keluar!"

Permadi Arya pun meninggalkan studio. Tapi perbincangan tentang dirinya, justru baru dimulai.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar