Dalam sidang kabinet Jumat lalu, Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan imbauan khusus terkait perayaan Idulfitri tahun depan. Ia meminta para pejabatnya untuk menghindari penyelenggaraan open house yang berlebihan dan terkesan mewah. Sidang itu sendiri digelar di Istana Negara, Jakarta.
Alasannya jelas: memberi contoh kesederhanaan. Prabowo menekankan, sikap ini penting sebagai bentuk empati. Terutama mengingat masih banyak saudara kita di berbagai daerah yang sedang berjuang menghadapi dampak bencana.
"Kita juga harus memberi contoh, open house atau apa jangan terlalu mewah-mewahan," ujarnya.
Menurutnya, suasana prihatin itu perlu direspons dengan langkah yang wajar. "Saudara kita di daerah bencana, dan suasana ini kita kasih contoh ke rakyat," kata Prabowo lagi.
Namun begitu, permintaannya ini bukan larangan mutlak. Presiden tak ingin kegiatan silaturahmi itu hilang sama sekali. Ia masih melihat nilai positifnya, terutama untuk mendorong perputaran ekonomi di level akar rumput.
"Tapi kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara. Kalau tidak ekonomi kita juga enggak jalan," jelasnya.
Artikel Terkait
Konsumsi Fesyen Muslim Global Diproyeksi Tembus USD433 Miliar, Indonesia Bidik Posisi Sentral
Petugas Haji Pantau Kepulangan 3.441 Jamaah Umrah dalam Tiga Hari
Pemerintah Wajibkan Perusahaan Batu Bara Penuhi DMO Sebelum Ekspor
Menperin Soroti Potensi Besar Indonesia Jadi Pusat Modest Fashion Global