KontraS: Wakil Koordinator Disiram Air Keras Usai Isi Podcast

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:20 WIB
KontraS: Wakil Koordinator Disiram Air Keras Usai Isi Podcast

Kejadian itu berlangsung cepat dan mencekam. Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, baru saja berkendara di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis malam (12/3), ketika dua orang yang berboncengan di sebuah motor menyiramnya dengan cairan keras. Rekaman CCTV yang memperlihatkan momen penyerangan itu pun ramai beredar di media sosial.

Polisi langsung bergerak. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan adanya dugaan penyiraman cairan berbahaya terhadap korban di lokasi tersebut. "Kami membenarkan adanya peristiwa dugaan penyiraman cairan berbahaya terhadap seorang korban di kawasan Salemba, Jakarta Pusat," kata Budi dalam keterangannya, Jumat (13/3).

Menurut keterangan dari rekan kerjanya, Andrie baru saja selesai mengisi sebuah podcast di Kantor YLBHI yang membahas topik 'Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia'. Sekitar pukul 23.00 WIB, dalam perjalanan pulang, teror itu terjadi.

Korban langsung dilarikan ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan Andrie menderita luka bakar dengan tingkat keparahan mencapai 24 persen di tubuhnya.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menyuarakan kecurigaannya. Dia menilai ini bukan sekadar kejahatan biasa, melainkan upaya sistematis untuk membungkam suara kritis.

"Atas informasi yang kami himpun, kami menilai bahwa tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM," tegas Dimas.

Dimas mendesak aparat untuk menuntaskan kasus ini. "Peristiwa ini harus segera mendapat perhatian luas. Aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut," tambahnya. Menurutnya, serangan semacam ini berpotensi menyebabkan korban jiwa.

Di sisi lain, respons dari kepolisian terasa cukup serius. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo disebut memberikan atensi khusus pada pengungkapan kasus ini. Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menyatakan penanganan yang dilakukan Polres Metro Jakpus kini dibackup oleh Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri.

"Dalam kesempatan ini yang perlu kami sampaikan bahwa Bapak Kapolri selaku pimpinan Polri telah memberikan atensi khusus terhadap penanganan dan pengungkapan kasus ini," ucap Isir di Mabes Polri.

Isir juga menegaskan proses hukum akan dijalankan secara ilmiah. Sementara itu, penyidik telah mulai mengumpulkan bukti. Mereka mengantongi sejumlah rekaman CCTV di sekitar lokasi dan telah memeriksa beberapa saksi.

"Pengumpulan berbagai alat bukti digital, dalam hal ini termasuk CCTV, sedang dalam proses analisis lebih lanjut. Harapannya pelaku dapat segera teridentifikasi," jelas Isir.

Setidaknya dua saksi, yaitu orang-orang yang menolong Andrie pasca disiram, telah dimintai keterangan. Jumlah saksi ini masih mungkin bertambah seiring berjalannya penyelidikan. Polisi berjanji menelusuri semua jalur untuk mengungkap motif dan menangkap para pelaku yang masih buron.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar