Abu Janda Diperintahkan Keluar Studio Usai Debat Sengit Soal Palestina

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 04:00 WIB
Abu Janda Diperintahkan Keluar Studio Usai Debat Sengit Soal Palestina

Ketika Debat Memanas, Abu Janda Diperintahkan Keluar Studio

Nama aslinya kini ramai diperbincangkan. Siapa sebenarnya sosok kontroversial di balik nama samaran itu?

Rabu malam lalu, sebuah tayangan dialog langsung di televisi nasional mendadak ricuh. Suasana tegang memuncak saat pembawa acara, dengan suara lantang, memerintahkan salah satu narasumber untuk meninggalkan studio. Narasumber itu adalah Abu Janda, relawan politik yang sudah cukup dikenal di jagat media sosial.

Lantas, siapa dia?

Profil Singkat

Pria bernama asli Heddy Setya Permadi ini lahir di Cianjur, 14 Desember 1973. Kini usianya menginjak 52 tahun. Tapi publik lebih mengenalnya sebagai Permadi Arya atau, yang lebih populer lagi, Abu Janda.

Nama "Abu Janda" punya cerita unik. Menurut pengakuannya dalam sebuah siniar, nama itu ia ciptakan sekitar Desember 2014. Awalnya, itu adalah bentuk parodi. Sasaran sindirannya adalah seorang teroris asal Indonesia yang menggunakan nama Abu Jandal Al Indonesi.

Permadi dengan kreatif memelesetkannya. "Jandal" jadi "Janda", dan "Al-Indonesi" berubah menjadi "Al-Bollywoodi". Tujuannya sederhana tapi tegas: melawan narasi radikal dengan senjata humor. Jadilah ia Abu Janda Al-Bollywoodi.

Dari segi pendidikan, latar belakangnya terbilang mumpuni. Ia menyelesaikan diploma ilmu komputer di Singapura pada 1997, lalu meraih gelar sarjana bisnis dan keuangan dari sebuah universitas di Inggris dua tahun kemudian.

Karir profesionalnya dimulai dari dunia korporat. Ia pernah bekerja di perusahaan sekuritas, bank swasta, bahkan tambang batu bara. Namun, jalan hidupnya tampaknya berbelok ke ranah aktivisme digital.

Perjalanan politiknya dimulai dengan menjadi pegiat media sosial untuk tim sukses Joko Widodo di Pilpres 2019. Menariknya, pada Pilpres 2024, dukungannya beralih. Ia tercatat bergabung dengan Rumah Besar Relawan Prabowo 08, bersama sejumlah nama lain seperti Fauzi Baadila dan Haris Rusly Moti.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar