Dua Remaja Tersangka Bawa Jenazah dalam Boks Pakai Motor di Medan

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:10 WIB
Dua Remaja Tersangka Bawa Jenazah dalam Boks Pakai Motor di Medan

Medan digegerkan oleh penemuan mayat seorang wanita muda dalam sebuah boks. Korban berinisial RS (19) itu diduga kuat dibunuh di sebuah hotel, sebelum jenazahnya dibawa kabur menggunakan sepeda motor dan akhirnya dibuang di tepi sungai. Dua remaja berusia 19 tahun, SA dan SHR, kini menjadi tersangka.

Menurut Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, kejadian berdarah ini berlangsung di sebuah penginapan di kawasan Medan Denai. Tanggal 9 Maret 2026 menjadi saksi bisu dari rangkaian kejahatan yang mencakup pembunuhan, penganiayaan, bahkan pencurian dengan kekerasan.

"Kejadian di tanggal 9 Maret kemarin, kasus pembunuhan, penganiayaan, dan pencurian dengan kekerasan,"

kata Calvijn saat prarekonstruksi di lokasi kejadian, Jumat (13/3).

Usai aksi kejinya, pelaku utama, SA, konon berusaha menutupi jejak. Pikirannya langsung melayang untuk segera menghilangkan bukti. Esok harinya, dia mengambil karung goni dan memaksa jenazah korban masuk ke dalamnya. Rupanya, itu belum cukup.

SA lalu menelepon temannya, SHR. Dia minta tolong untuk mengambil sebuah boks ke rumahnya. Boks itulah yang kemudian menjadi peti mati improvisasi bagi RS. Mayat dalam karung itu dipindahkan lagi, kali ini dimasukkan ke dalam boks.

Langkah mereka selanjutnya justru lebih nekat. Dengan motor, mereka mengangkut boks berisi jenazah itu. Rekaman CCTV yang berhasil diamankan polisi memperlihatkan detik-detik pelaku membawa barang angkutannya yang mengerikan.

"Tersangka kedua (SHR) masuk ke dalam dengan mengeluarkan motornya, sesuai dengan CCTV yang kita dapat. Yang membonceng adalah tersangka kedua, sementara tersangka pertama yang dibonceng membawa boks tersebut,"

jelas Simanjuntak menggambarkan adegan itu.

Perjalanan itu berakhir di pinggir sebuah sungai. Di sanalah, boks beserta isinya akhirnya mereka buang, mengharapkan arus sungai menghapus semua dosa. Tapi, kebenaran selalu punya cara untuk muncul ke permukaan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar