"Rasa terima kasih yang tulus saya sampaikan untuk para pejuang di sana," lanjutnya, lagi-lagi melalui penyiar televisi.
Tanpa menyebut nama secara langsung, maksudnya jelas merujuk pada Hizbullah di Lebanon, milisi Houthi di Yaman, dan berbagai kelompok bersenjata pro-Iran di Irak. Mereka selama ini menjadi ujung tombak pengaruh Teheran.
Latar belakangnya, Mojtaba adalah putra kedua Ali Khamenei, pemimpin tertinggi sebelumnya. Sang ayah meninggal dunia bukan karena usia. Ali Khamenei tewas dalam sebuah serangan yang ditudingkan kepada Amerika dan Israel di Teheran, akhir Februari lalu. Peristiwa itulah yang kini menjadi pemicu utama tensi yang makin memanas.
Kini, dengan warisan dan dendam itu, Mojtaba memegang kendali. Dunia menunggu, apa langkah konkret berikutnya.
Artikel Terkait
Krisis Timur Tengah Picu Ancaman dan Peluang bagi Ekonomi Indonesia
Andakara Prastawa Pimpin Tim Merah IBL All-Star 2026, Susun Skuad Campur Senior dan Muda
Jakarta Dipastikan Jadi Tuan Rumah FIA Rallycross World Cup Perdana pada 2026
Pemimpin Tertinggi Iran Perintahkan Blokade Total Selat Hormuz