Dalam pandangan Sigit, forum semacam ini punya arti strategis. Di bulan Ramadan yang penuh berkah, peran pemuda dan kaum intelektual dinilainya krusial untuk merawat persatuan. Apalagi, semangat kebersamaan itu sejalan dengan upaya mencapai target pembangunan nasional, yang kita kenal sebagai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Namun begitu, acara ini tak berhenti pada pidato dan hidangan berbuka. Ada aksi nyata yang coba dihadirkan. Menjelang buka puasa, Kapolri secara simbolis menyerahkan santunan dan paket sembako. Sebanyak 50 paket kebutuhan pokok beras, minyak, gula, dan lain-lain disiapkan untuk warga yang membutuhkan. Tak ketinggalan, 50 paket santunan lain juga dibagikan khusus untuk anak yatim.
Suasana pun terasa hangat dan penuh kekeluargaan. Dari apel ketupat di Monas yang penuh kesigapan, ke buka puasa di Aryaduta yang sarat keakraban. Dalam satu sore, Jenderal Sigit seolah menunjukkan dua sisi yang berbeda, namun sama-sama penting: ketegasan dalam penugasan, dan kelembutan dalam kebersamaan.
Artikel Terkait
Gelombang Mudik Lebaran 2026 Mulai Meningkat, Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang
Basarnas Cari Pelajar 14 Tahun Diduga Terseret Ombak di Pantai Carita
Bareskrim Tangkap Bandar Narkoba Jaringan Ko Erwin di Pontianak
Korlantas dan Kemenhub Gelar Doa Bersama Jelang Operasi Ketupat 2026