Untuk mengantisipasinya, Polda Sumsel mengerahkan total 2.361 personel. Mereka akan disebar di titik-titik strategis. Tak cuma itu, sebanyak 73 pos juga dibentuk terdiri dari pos pengamanan, pelayanan, dan terpadu yang tersebar di jalur utama mudik, tempat ibadah, hingga pusat keramaian.
Strateginya pun dibuat komprehensif. Mulai dari rekayasa lalu lintas, sistem satu arah, contraflow, sampai kemungkinan penerapan ganjil-genap di ruas tertentu. Pengamanan juga diperluas, tidak hanya di jalan raya. Kawasan vital, pusat perbelanjaan, lokasi wisata, bahkan jalur perairan akan mendapat pengawasan ketat. Sinergi antar satuan dalam kepolisian, juga dengan TNI dan pemda, ditegaskan kembali.
Dalam acara itu, hadir pula Wakapolda Brigjen Rony Samtana beserta jajaran Forkopimda. Kehadiran mereka memperlihatkan kolaborasi yang solid antarinstansi.
Operasi yang mengusung semangat "Mudik Aman, Keluarga Bahagia" ini direncanakan berjalan selama 13 hari, dari 13 hingga 25 Maret 2026. Selama itu, seluruh personel akan berjaga penuh. Harapannya satu: masyarakat bisa mudik dan merayakan hari raya dengan rasa aman, nyaman, dan tentu saja, bahagia.
Artikel Terkait
Pemerintah Kaji Opsi Penghematan BBM Antisipasi Dampak Geopolitik
KPK Beberkan Dugaan Fee ke Yaqut dari Alih Alokasi Kuota Haji Tambahan
Kapolri Ajak Mahasiswa Bersatu Dukung Langkah Pemerintah Hadapi Tantangan Global
Timnas Indonesia Luncurkan Jersey Baru, Kandang Bergaya Vintage dan Tandang Berinspirasi Batik Modern