Peluangnya sebenarnya sangat jelas. Komisi VII mencatat, potensi pasar yang bisa digarap mencapai sekitar 80 ribu kapal. Jumlah itu mencakup kapal domestik maupun kapal internasional yang melintas. Tapi lagi-lagi, keterbatasan fasilitas membuat peluang emas itu menguap ke negara lain.
Namun begitu, ada secercah harapan. Bambang Haryo menyambut baik respons pemerintah yang memberikan insentif kepada Iperindo, asosiasi perusahaan galangan kapal Indonesia.
Ia mendorong agar kebijakan yang berpihak pada pengembangan industri galangan kapal nasional segera diwujudkan. Hal ini penting, bukan hanya untuk gengsi, tapi untuk mengakomodasi kebutuhan puluhan ribu kapal yang memerlukan perawatan rutin.
Dengan penguatan industri ini, optimisme pun muncul. Indonesia diharapkan bisa meningkatkan kualitas layanan logistik maritim sekaligus mengurangi ketergantungan pada layanan dari luar. Komisi VII sendiri berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan insentif ini, agar benar-benar tepat sasaran dan mampu mendongkrak pertumbuhan industri maritim nasional. Laut kita, seharusnya keuntungannya juga untuk kita.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Shopee Akui Ketersediaan Pengemudi Ojol Menjelang Lebaran Menurun, Terutama di Jabodetabek
Pemkab Gorontalo Siapkan THR Rp25,2 Miliar untuk 5.309 Aparatur
Wamensos Desak Majene Siapkan Lahan untuk Program Sekolah Rakyat
Yumis Cells Musim 3 Dijadwalkan Tayang Perdana di HBO Max 13 April