“Menulis itu tidak hanya mengemukakan gagasan dalam bentuk tulisan, tapi juga melatih motorik supaya mereka juga tetap bisa bergerak aktif gitu,” jelasnya.
“Kan kalau pakai HP kan cuma dua jari, ininya (pergelangan tangan) nggak ikut gerak. Nah kalau nulis kan semuanya ikut gerak.”
Harapannya jelas. Dengan memadukan teknologi modern dan pendekatan tradisional, proses belajar diharapkan jadi lebih autentik. Mu’ti ingin siswa tak kehilangan kemampuan dasar: berpikir mandiri, merangkai gagasan, lalu menuangkannya secara fisik lewat tulisan.
“Sekarang mulai kita kembalikan ke arah yang seperti itu,” pungkasnya.
“Sehingga kita kombinasikan antara penggunaan teknologi pembelajaran yang modern dengan sistem pembelajaran, dalam tanda petik ya, tradisional yang menekankan pada kemampuan-kemampuan otentik anak dalam berpikir, menyampaikan gagasan dan menulis.”
Artikel Terkait
Zulkifli Hasan Naikkan Hadiah Tunai Kompetisi Cerdas Cermat Islami PANDai 2026
Kejari Minut Musnahkan Barang Bukti dari 11 Perkara Pidana
Jaksa Tuntut Eks Dirut Inhutani V 4 Tahun 10 Bulan Penjara atas Suap Rp2,5 Miliar
Pengendara Motor Tewas Tabrak Truk Parkir di Rumpin, Bogor