Nah, begitu mendekati bandara, bus akan berhenti di beberapa spot penting. Mulai dari Terminal Kargo, Stasiun Kereta Bandara, area imigrasi, hingga ketiga terminal penumpang: Terminal 1, 2, dan 3. Jadi, penumpang bisa turun di lokasi yang paling dekat dengan tujuan akhir mereka.
Di sisi lain, Pramono Anung punya harapan besar. Layanan murah meriah ini dihadirkan untuk mengubah kebiasaan masyarakat yang masih berat sebelah menggunakan kendaraan pribadi ke bandara.
“Kalau 70 sampai 80 persen dari 54,9 juta itu menggunakan transportasi pribadi, pasti berpotensi menambah beban atau traffic jam di lapangan,” ucapnya.
Angka itu ia dapat dari data Kementerian Perhubungan. Setiap tahun, bandara Soetta didatangi hampir 55 juta orang. Dan mirisnya, mayoritas besar sekitar 70-80% masih memilih bawa mobil atau motor pribadi. Bayangkan saja dampak kemacetannya. Rute baru ini, meski perjalanannya lumayan lama, setidaknya menawarkan pilihan. Sebuah alternatif yang mudah-mudahan bisa sedikit meredakan kepadatan di jalan menuju bandara.
Artikel Terkait
Wali Kota Lepas 238 Pemudik Palembang dalam Program Mudik BUMN
Mendikbud Canangkan Kombinasi Digital dan Menulis Tangan untuk Cegah Ketergantungan Siswa pada AI
Tokopedia Fasilitasi Pembayaran Zakat Fitrah Secara Digital via BAZNAS
Buron Interpol Kasus Perdagangan Orang dari Kamboja Ditangkap di Bali