Setelah diamankan, ketiga pemuda tadi beserta motornya diserahkan ke Satlantas Polres Metro Jakarta Timur untuk diproses lebih lanjut.
Brimob pun mengeluarkan imbauan. Mereka meminta masyarakat, terutama kalangan remaja, untuk menjauhi balap liar. Bahayanya jelas, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Peran orang tua dan lingkungan sekitar juga diharapkan bisa lebih aktif mengawasi anak-anak, khususnya di malam hingga dini hari, demi keamanan bersama.
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa balap liar adalah salah satu fokus perhatian polisi karena potensinya mengganggu keamanan dan ketertiban.
"Khususnya mengantisipasi fenomena balap liar yang sering muncul menjelang waktu sahur maupun setelah salat Subuh, Bapak Kapolda Metro Jaya telah menginstruksikan penebalan pengamanan di titik-titik rawan," kata Budi.
Ia menyebut, saat ini Brimob bersama jajaran Polres gencar melakukan patroli dialogis. Penindakan tetap tegas, tapi tidak meninggalkan sisi humanisme.
"Kehadiran personel Brimob di lapangan, terutama di titik-titik rawan khususnya wilayah Jakarta Timur, hingga perbatasan Bekasi dan Tangerang, bertujuan untuk memberikan efek deteren bagi para pelaku balap liar," paparnya.
Budi juga menyelipkan pesan khusus di bulan Ramadan ini. Ia mengimbau para orang tua untuk lebih ketat mengawasi anak-anaknya. Untuk masyarakat umum, jika melihat gangguan kamtibmas, jangan ragu untuk melapor ke nomor darurat 110.
Artikel Terkait
Raden Rakha Ungkap Pengalaman Dua Tahun Mondok Sebelum Terjun ke Dunia Akting
Panglima TNI Aktifkan Kembali Jabatan Kaster, Letjen Bambang Trisnohadi Ditunjuk
Rumania Izinkan AS Gunakan Pangkalan Udara untuk Dukung Operasi di Konflik dengan Iran
Trump Klaim Dapat Akhiri Perang AS-Israel vs Iran Sesuai Kehendaknya, Meski Militer Bersiap Lanjutkan Konflik