Letnan Jenderal Saad Maan, kepala media komando operasi gabungan Irak, menegaskan lokasi kejadian. "Ini terjadi di perairan teritorial kami," katanya. Ia menyebut serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan dan menegaskan Irak berhak mengambil langkah hukum.
Rekaman video yang berhasil diverifikasi oleh CNN memperlihatkan situasi yang mencekam. Dua kapal tanker terbakar hebat, lidah api menjilat-jilat dan menghitamkan langit malam. Data pelacakan kapal menunjukkan, keduanya sedang berlabuh berdampingan saat kebakaran mulai terjadi.
Kapal-kapal itu adalah Zefyros, yang mengibarkan bendera Malta, dan Safesea Vishnu dengan bendera Kepulauan Marshall. Pemilik Zefyros berbasis di Yunani, sementara Safesea Vishnu terdaftar atas nama perusahaan AS, Safesea Transport Inc.
Serangan ini jelas memanas. Di satu sisi ada klaim terbuka, di sisi lain ada protes keras soal kedaulatan. Yang pasti, laut sudah kembali gelap, meninggalkan bekas bakar dan pertanyaan yang masih membara.
Artikel Terkait
Bandara Hang Nadim Batam Proyeksikan 280 Ribu Penumpang Mudik Lebaran
Bus Transjabodetabek Blok M-Soetta Resmi Beroperasi, Tempuh 65 Km dalam 2 Jam
Polda Sumsel Ringkus Tiga Pengedar Sabu di Palembang dan Lubuk Linggau dalam Kurang dari Sehari
Mitos Larangan Mandi hingga Vaksin, Ini 7 Fakta Campak yang Perlu Diluruskan