Thailand Terapkan WFH bagi Pegawai Negeri
Sementara itu, di Bangkok, pemerintah mengambil pendekatan yang agak berbeda meski tujuannya serupa. Perdana Menteri Anutin Charnvirakul memerintahkan pegawai negeri untuk bekerja dari rumah mulai Selasa, kecuali bagi mereka yang tugasnya harus melayani masyarakat langsung.
Langkah-langkah efisiensi energi juga digencarkan. Suhu AC di kantor pemerintah diatur ketat antara 26 sampai 27 derajat Celsius. Pegawai disarankan pakai kemeja lengan pendek, menggantikan setelan formal. Hal-hal kecil seperti mematikan lampu dan peralatan listrik saat tidak dipakai, atau menghindari lift dan memilih naik tangga, jadi imbauan resmi.
Perjalanan dinas ke luar negeri untuk sementara dihentikan. Pemerintah juga mengajak masyarakat umum untuk berbagi kendaraan atau carpooling guna menghemat konsumsi BBM.
Kalau situasi memburuk? Rencananya akan lebih ketat lagi. Papan iklan di mal, bioskop, dan gedung komersial bisa jadi diredupkan. Bahkan SPBU mungkin harus tutup lebih awal, pukul 10 malam.
Thailand sebenarnya punya cadangan energi untuk sekitar 95 hari. Namun, dengan 68% kebutuhan energinya bergantung pada gas alam, mereka tak ingin ambil risiko. Saat ini, pemerintah tengah berburu pasokan LNG tambahan dari sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, dan Afrika Selatan.
Jadi, meski perang secara fisik terjadi jauh di sana, efek riaknya ternyata bisa sampai ke hal-hal yang sehari-hari kita rasakan. Dari ruang kelas yang sepi di Pakistan, sampai ke kantor pemerintah yang sunyi di Bangkok.
Artikel Terkait
OJK Sodorkan Roadmap Integralitas untuk Atasi Masalah Struktural di Pasar Modal
Pengadilan Tolak Praperadilan Yaqut, Status Tersangka KPK Sah
Inter Miami Ikut Perburuan Bernardo Silva, Bersaing dengan Juventus dan Benfica
BGN Hentikan Sementara 1.512 Satuan Pelayanan Gizi di Jawa