Ia melanjutkan, tugas mereka adalah memastikan ruang publik tidak hanya dipenuhi informasi yang deras, tapi juga narasi yang membangun. Narasi yang memperkuat demokrasi dan memperkaya kehidupan masyarakat. Atwar sendiri baru saja terpilih untuk memimpin organisasi itu lima tahun ke depan.
Nah, pelantikan pengurus baru ini diharapkan jadi momentum. Saatnya komunitas sarjana komunikasi Indonesia memperkuat peran ilmunya dalam menjawab tantangan nasional dan global. Dunia sedang berubah cepat karena transformasi digital, dan mereka harus berada di garda depan.
Dengan mengusung tema Communication for National Sovereignty and Global Peace, kepengurusan baru ISKI punya pekerjaan rumah yang berat. Kontribusi strategis ilmu komunikasi harus nyata, terutama dalam menjaga kedaulatan informasi bangsa dan memperkuat identitas nasional. Di sisi lain, mereka juga dituntut mendorong dialog global yang lebih konstruktif, yang ujung-ujungnya mengarah pada perdamaian.
Pada akhirnya, acara pelantikan ini lebih dari sekadar seremonial. Ini adalah penanda komitmen. ISKI bertekad memperkuat peran anggotanya sebagai aktor kunci dalam pembangunan, baik di bidang sosial, politik, ekonomi, maupun budaya. Tantangannya jelas, dan sekarang waktunya bergerak.
Artikel Terkait
KPK Pindahkan Gubernur Nonaktif Riau ke Rutan Pekanbaru Jelang Sidang
Polisi Gerebek Pabrik Mi Basah Berformalin di Boyolali, Produksi Diduga Sejak 2019
KAI Commeter Siapkan 1.149 Perjalanan Kereta Hadapi Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026
KPK Sangkakan Bupati Rejang Lebong Terima Suap Rp980 Juta untuk Proyek PUPR