Lantas, apa alasan S menarget rumah Ermanto? Polisi mengungkap, pelaku sebenarnya tidak punya target spesifik sama sekali. Ia memilih rumah itu secara spontan, semata-mata karena tampak paling besar dan meyakinkan di lingkungan tersebut. Dalam benaknya, rumah besar berarti berisi banyak barang berharga yang bisa dirampas.
Dia bertindak sendirian. Hanya berbekal gunting dan sebuah linggis, S membongkar dan menyelinap masuk lewat jendela. Namun, aksinya berantakan. Saat sedang mengobrak-abrik rumah, ia ketahuan oleh korban.
Iman memaparkan, suasana kacau itu dimulai ketika istri korban menyalakan lampu dan berhadapan langsung dengan S. Panik, pelaku spontan menghujankan linggis yang masih di tangannya ke arah perempuan itu.
Melihat Ermanto sudah terbangun, kepanikan S makin menjadi. Tanpa pikir panjang, dia langsung menyerang sang suami yang masih duduk di tepi tempat tidur. Serangan itulah yang akhirnya merenggut nyawa Ermanto Usman.
Artikel Terkait
Polisi Gerebek Pabrik Mi Basah Berformalin di Boyolali, Produksi Diduga Sejak 2019
KAI Commeter Siapkan 1.149 Perjalanan Kereta Hadapi Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026
KPK Sangkakan Bupati Rejang Lebong Terima Suap Rp980 Juta untuk Proyek PUPR
DPR dan Kemenhaj Pastikan Persiapan Haji 2026 Tetap Berjalan Meski Konflik Timur Tengah