Harapannya sekarang cuma satu: ada regulasi dari kementerian terkait di Indonesia yang bisa menolong mereka melanjutkan pendidikan. Nasib studinya, seperti juga nasib ratusan mahasiswa lainnya, kini benar-benar di luar kendali. Perang dan ketidakstabilan ekonomi di Iran sudah jadi kenyataan pahit yang harus dihadapi.
Namun begitu, konflik bersenjata bukan satu-satunya penyebab kekosongan kampus. Pemerintah Iran juga menetapkan masa libur nasional selama tujuh hari. Belum lagi periode 40 hari berduka untuk mengenang Ali Khamenei. Dampaknya langsung terasa: seluruh institusi pendidikan ikut ditutup.
“Iya, kondisinya kan libur nasional. Bank-bank, sekolah, semuanya pada tutup,” jelas Jawad, WNI lain yang juga baru tiba. Suaranya terdengar pasrah.
Jadi, ada dua lapisan masalah yang saling bertumpuk. Di satu sisi, ancaman keamanan yang nyata dari konflik regional. Di sisi lain, ada kebijakan dalam negeri Iran yang menghentikan segala aktivitas. Gabungan keduanya menciptakan jalan buntu bagi mahasiswa yang ingin menyelesaikan studi.
Artikel Terkait
Wakil Ketua Komisi IX DPR Desak BGN Evaluasi Program Makan Bergizi Usai Viral Ikan Lele Mentah di SMA Pamekasan
Polres Salatiga Amankan 49 Motor dalam Razia Antisipasi Kriminalitas Ramadan
Wamendagri: OTT Tak Cukup Buat Jera, Perlu Perbaikan Sistem dari Hulu
Menteri hingga Kapolda Turun Tangan Bersih-bersih Pasar Kramat Jati