Mensos Dorong 5 Juta Penerima PKH Jatim Masuk Koperasi Desa

- Selasa, 10 Maret 2026 | 16:45 WIB
Mensos Dorong 5 Juta Penerima PKH Jatim Masuk Koperasi Desa

Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, punya rencana besar. Ia ingin mendorong 5 juta keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Jawa Timur untuk bergabung menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Tujuannya jelas: agar mereka tak sekadar terima bantuan, tapi juga terjun langsung dalam kegiatan ekonomi yang produktif.

Gagasan ini disampaikan Gus Ipul di Desa Gejugjati, Kabupaten Pasuruan, Selasa lalu. Di sana, ia menghadiri acara kolaborasi antara koperasi desa dan program PKH. Suasana lapangan terasa hangat, penuh harapan.

"Ada 229 ribu penerima manfaat di Pasuruan. Dan totalnya, 5 juta di seluruh Jatim akan kami dorong masuk Kopdes Merah Putih," ujar Gus Ipul.

Menurutnya, dengan jadi anggota koperasi, status mereka berubah. Bukan cuma konsumen yang membeli, tapi juga pemilik yang berhak menikmati hasil keuntungan usaha koperasi. Sebuah langkah yang diharapkan bisa mengubah pola pikir dari sekadar menerima jadi ikut memiliki.

Kolaborasi antara program bansos dan koperasi desa ini, bagi Gus Ipul, adalah jantung dari pemberdayaan. Pemerintah punya keinginan kuat.

"Kami ingin para penerima bantuan tidak cuma menunggu kiriman setiap tiga bulan. Tapi lebih dari itu, keluarga mereka harus jadi makin berdaya," tegasnya.

Di sisi lain, Gus Ipul tak lupa menekankan soal data. Presiden Prabowo Subianto, katanya, berulang kali mengingatkan pentingnya data yang akurat dalam menangani kemiskinan.

"Banyak orang menderita tapi tak terlihat. Presiden minta kita mulai dari data. Kalau datanya benar, intervensi pemerintah juga akan tepat sasaran," tambah Gus Ipul.

Ia juga mengajak masyarakat untuk proaktif. Melaporkan kondisi di lingkungannya melalui saluran-saluran yang sudah disediakan Kementerian Sosial.

Semua upaya penanganan kemiskinan, ditegaskannya lagi, harus berjalan terarah dan berkelanjutan. Sementara itu, di pihak penerima bantuan, harus tumbuh semangat untuk mandiri.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar