Di tengah ketegangan yang terus memanas, Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Lewat akun media sosialnya di platform X, dia mengklaim negaranya punya "banyak kejutan yang disiapkan" untuk Amerika Serikat. Pernyataan itu sekaligus menegaskan kesiapan Iran menghadapi apa yang disebutnya sebagai setiap "plot" dari Washington.
Araghchi tak cuma mengancam. Dia juga menyelipkan sindiran pedas. AS baru-baru ini meluncurkan Operasi Epic Fury, sebuah serangan yang ditujukan untuk melawan Iran. Menanggapi hal itu, diplomat Iran itu dengan sinis menyebutnya sebagai "Operasi Kesalahan Epik". Menurutnya, operasi itu justru berbuah bumerang.
"Sembilan hari setelah operasi dimulai, harga minyak naik jadi dua kali lipat. Semua komoditas lainnya juga melonjak tajam," tulis Araghchi dalam unggahannya.
Dia lalu menguraikan analisisnya tentang motif AS. "Kami tahu AS sedang merencanakan serangan terhadap situs-situs minyak dan nuklir kami. Harapan mereka sederhana: menahan guncangan inflasi besar-besaran yang sedang melanda."
Namun begitu, Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam.
Artikel Terkait
Tiga Terpidana Kasus Suap Minyak Goreng Rp60 Miliar Ajukan Banding
Trump Kritik Pengangkatan Mojtaba Khamenei Sebagai Kesalahan Besar
Bareskrim Usut Dugaan Pelecehan Seksual Mantan Pelatih Atlet Panjat Tebing Sejak 2021
Trump Klaim Konflik dengan Iran Segera Berakhir, Waspadai Potensi Eskalasi di Bawah Pimpinan Baru