Di sisi lain, kegiatan operasional lain juga ikut ditiadakan. Layanan kas BI, misalnya, tak beroperasi. Begitu pula dengan transaksi operasi moneter, baik yang berbasis rupiah maupun valuta asing. Pokoknya, aktivitas di area ini benar-benar pause untuk sementara.
Yang menarik, beberapa indikator keuangan penting juga tak akan terbit selama seminggu itu. Daftarnya lumayan panjang: JISDOR, kurs acuan non-USD/IDR, hingga berbagai varian INDONIA. Lantas, buat yang butuh patokan kurs? BI menyebutkan bahwa referensi yang dipakai adalah kurs dari hari kerja terakhir sebelum liburan.
Tapi jangan khawatir. Kabar baiknya, layanan BI-FAST tetap jalan seperti biasa. Artinya, transfer dana antarbank secara cepat masih bisa dilakukan sepanjang libur Lebaran. Ini tentu jadi angin segar buat masyarakat yang butuh transaksi mendesak di hari raya.
Semua penyesuaian ini bersifat sementara. Semua kegiatan operasional BI dijadwalkan kembali normal pada 25 Maret 2026. Jadi, meski ada jeda di sektor tertentu, BI memastikan layanan inti tetap berdenyut.
Artikel Terkait
Tiga Hakim Tinggi Lolos Seleksi Calon Pengganti Anwar Usman di MK
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Jakarta 10 Maret 2026: Magrib Pukul 18.11
Mayat Mengering Ditemukan di Bawah Tumpukan Baju, Suami Siri Jadi Tersangka
Kemnaker Siapkan Posko Pengaduan THR 2026, Bisa Diakses Online dan Offline