Menurutnya, hampir tidak ada yang tersisa dari kemampuan tempur Iran. "Jika Anda lihat, mereka tidak memiliki apa pun yang tersisa. Tidak ada yang tersisa dalam artian militernya," tambahnya saat berbicara dengan wartawan CBS, Weijia Jiang.
Klaim Trump ini punya dasar dari laporan militer AS sendiri. Operasi militer bertajuk "Operation Epic Fury" yang dimulai akhir Februari itu dikabarkan telah menghantam lebih dari 3.000 target di Iran hanya dalam minggu pertama. Angka yang cukup mencengangkan.
Yang menarik, Trump juga menyoroti soal waktu. Awalnya, ia memprediksi perang akan makan waktu empat hingga lima pekan. Nyatanya, menurutnya sekarang, AS "sangat jauh" lebih cepat dari jadwal itu.
"Kita sangat jauh lebih cepat dari jadwal," sebutnya. Sebuah pernyataan yang sekaligus ingin menunjukkan efisiensi operasi militer di bawah komandonya.
Artikel Terkait
Presiden Korsel Akui Tak Bisa Cegah AS Pindahkan Rudal Patriot ke Timur Tengah
Korban Rekam Sendiri Pelecehan Seksual di KRL, KCI Lacak Pelaku Lewat CCTV
Polisi Tangkap Tersangka Pembunuh Mantan Aktivis Pelabuhan di Bekasi
Netflix Akuisisi Studio AI InterPositive Milik Ben Affleck