Di aula lantai tujuh Gedung Presisi Mapolda Sumsel, suasana pagi Selasa (10/3/2026) terasa berbeda. Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Sandi Nugroho, baru saja membuka Latihan Pra Operasi atau Latpraops Ketupat Musi 2026. Ini bukan sekadar acara seremonial. Lebih dari itu, latihan ini jadi titik tolak untuk memantapkan kesiapan seluruh personel jelang momen Idul Fitri 1447 H nanti.
Hadir dalam kesempatan itu sejumlah pucuk pimpinan. Wakapolda Sumsel Brigjen Rony Samtana ada di sana. Begitu pula Irwasda Polda Sumsel KBP Feri Handoko Soenarso, dan para Pejabat Utama (PJU) Polda lainnya. Mereka semua menyimak.
Dalam sambutannya, Sandi Nugroho langsung menegaskan sesuatu. Operasi Ketupat Musi, katanya, jangan sampai dipandang sebagai rutinitas tahunan belaka. Ini adalah tugas kemanusiaan yang sifatnya strategis. Setiap anggota harus punya kesiapan operasional yang tepat. Tujuannya jelas: menjamin keamanan dan kelancaran aktivitas warga sepanjang Ramadan hingga Lebaran.
Begitu penegasan Kapolda.
Lebih jauh, dia menginstruksikan seluruh jajaran untuk tak melupakan profesionalisme dan sisi humanis saat bertugas. Menurutnya, ukuran sukses operasi ini tidak melulu soal angka. Bukan cuma statistik kriminalitas yang turun, tapi lebih pada persepsi masyarakat. Apakah mereka merasa dilayani dengan baik?
Artikel Terkait
Harga Minyak Melonjak 30% Akibat Ketegangan Timur Tengah, Pasar Asia Anjlok
Kapolri Silaturahmi dengan Buruh Jatim, Bagikan 2.000 Paket Sembako
DPR RI Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei
Tiga Terpidana Kasus Suap Minyak Goreng Rp60 Miliar Ajukan Banding