Dunia saat ini, menurut Presiden Prabowo Subianto, sedang dilanda berbagai konflik yang mencemaskan. Ia secara khusus menyoroti ketegangan yang meluas di kawasan Timur Tengah, di samping perang-perang yang terjadi di beberapa negara lainnya.
Pernyataan ini disampaikannya saat meresmikan 218 jembatan secara virtual, Senin lalu. Dalam sambutannya, Prabowo menggambarkan situasi global yang penuh dinamika berbahaya.
"Saya ingin menyampaikan ini karena kita sadar dan mengerti bahwa dunia kita sekarang penuh dengan dinamika yang berbahaya. Di mana-mana meletus perang, hampir di semua kawasan di dunia, terutama di kawasan Timur Tengah," ujarnya.
"Beberapa saat yang lalu kita menyadari ada perang yang besar di Eropa, di Ukraina. Sekarang hampir seluruh Timur Tengah terkena," lanjut Presiden.
Meski letak Indonesia jauh dari pusat-pusat konflik itu, dampaknya tetap bisa kita rasakan. Prabowo beralasan, dunia sekarang makin terhubung. Gejolak di satu wilayah bisa dengan cepat mempengaruhi kawasan lain.
Karena itulah, ia menegaskan Indonesia berada di jalur yang tepat. Prinsip politik luar negeri bebas aktif dan tidak memihak pada blok kekuatan mana pun harus dipertahankan. Menurutnya, prinsip ini selaras dengan semangat kebinekaan yang menjadi fondasi bangsa.
"Bangsa kita, negara kita berada dalam jalur yang sudah benar. Kita berada di jalur tidak memihak. Kita selalu berada di jalur bebas aktif, non-blok. Kita tidak ingin ikut blok mana pun. Kita menghormati semua kekuatan, kita menghormati semua negara. Itulah Indonesia," tegas Prabowo.
"Bhinneka Tunggal Ika di dalam negeri, tapi juga ke luar negeri kita menghormati semua bangsa, menghormati semua agama, menghormati semua ras, menghormati semua kelompok etnis. Inilah yang membuat Indonesia sekarang menikmati kondisi yang damai. Kita bisa hidup berdampingan ratusan kelompok etnis tapi kita bisa rukun," imbuhnya.
Namun begitu, di tengah kondisi global yang bergejolak ini, Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia harus bersiap. Berbagai kemungkinan dampak dari konflik di Timur Tengah harus diantisipasi.
Artikel Terkait
Penyidik Bareskrim Usut Dugaan Kekerasan Seksual Mantan Pelatih Panjat Tebing Nasional
Putin Kirim Ucapan Selamat Resmi untuk Pemimpin Baru Iran, Mojtaba Khamenei
Trump Klaim Perang dengan Iran Hampir Berakhir, Sebut Kemampuan Militer Tehran Lumpuh
Wanita di Jayapura Bakar Pacar Usai Cekcok di Hotel, Korban Kritis