Bagi banyak orang, lari adalah olahraga yang terasa sunyi. Tapi ceritanya berbeda kalau kamu sudah bergabung dengan komunitas. Seperti Running Club dari teman kumparan ini, yang udah jadi rumah bagi ribuan pelari dengan beragam latar belakang.
Fajar Tyra (27), salah satu anggotanya, mengakui dampak positif yang dia rasakan.
“Berdampak baik karena kebetulan sering dapat rekan lari, rekan latihan bareng, hingga info tentang lari,” tuturnya.
Dari sekadar ajakan lari santai atau Fun Run, komunitas ini berhasil membangun ikatan yang nggak cuma soal fisik. Kesehatan mental pun ikut terjaga. Makanya, nggak heran kalau anggotanya terus bertambah, bahkan sudah menembus angka lebih dari 3.000 orang.
Lalu, apa sih yang bikin mereka betah?
Kalau ditanya keuntungannya, jawaban para member cukup beragam. Tapi beberapa poin ini selalu muncul.
1. Lari Makin Konsisten
Rifin Sugiarto (25) merasakan betul perubahan ini. Dulu, jadwal larinya suka bolong-bolong. Sekarang, dia punya teman dan agenda rutin yang memotivasi.
“Manfaat paling kerasa itu jadi lebih konsisten lari. Ada teman, ada agenda bareng, jadi lebih termotivasi buat tetap gerak dan nggak gampang bolong,” ujar Rifin.
2. Circle Positif yang Menular
Ini bukan cuma soal olahraga. Menurut Rifin, dapat circle pertemanan yang positif adalah bonus berharga. Suasana dalam setiap agenda lari bersama selalu santai dan inklusif.
“Nggak ada tekanan harus jago atau cepat, semua saling support sesuai pace masing-masing. Orang-orangnya ramah, fun, dan bikin lari jadi terasa lebih ringan,” tambahnya.
Di sisi lain, circle seperti ini seringkali membuka pintu-pintu lain, baik untuk rezeki maupun sekadar persahabatan baru.
3. Lautan Informasi yang Berguna
Bagi Lusita Amelia (24), grup komunitas adalah sumber insight yang tak ternilai. Informasi berfaedah tentang dunia lari mengalir setiap hari, baik dari admin maupun sesama member.
“Aku dapat banyak insight tentang dunia lari! Walaupun kadang cuman jadi silent reader, tapi banyak banget teman-teman lain yang sharing tentang do's dan don'ts yang perlu diperhatiin dalam lari,” ucap Lusita.
4. Wawasan yang Melebar
Meski namanya Running Club, obrolan di dalamnya nggak melulu soal sepatu atau teknik lari. Diskusi bisa meluas ke isu-isu terkini, dari politik hingga gaya hidup.
“Infonya gak cuman soal lari aja, berita-berita politik pun bisa jadi kebahas di komunitas ini,” kata Lusita lagi.
Jadi, komunitas ini lebih dari sekadar tempat ngumpul. Ia jadi wadah untuk tetap konsisten, dapat energi positif, dan tentu saja, menambah wawasan. Buat kamu yang penasaran dan ingin merasakan langsung serunya lari bersama, komunitas teman kumparan Running Club selalu terbuka.
Artikel Terkait
Prof. Warsinggih Lolos Verifikasi, Jadi Calon Tunggal Ketum PBSI Sulsel 2026-2030
PSM Makassar Kejar Tenggat, Nasib Boboev dan Lagator Ditentukan dalam Hitungan Jam
PSM Makassar Dihukum Denda Rp60 Juta Usai Insiden Suporter Turun ke Lapangan
PSM Hajar PSBS 5-0, Alex Tanque Cetak Hattrick