Dia khawatir, perang yang berlarut bakal mengacaukan peta rantai pasok global. Imbasnya? Harga barang dan jasa bisa ikut naik. Situasi seperti itu jelas akan membebani APBN, terutama untuk subsidi energi yang sudah berat. Tekanannya tidak main-main.
Namun begitu, Pramono tak cuma mengeluhkan masalah. Dia menyerukan solusi: kebersamaan. Gotong royong seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat Jakarta, dalam pandangannya, adalah kunci menghadapi ketidakpastian ini.
"Saya minta seluruh jajaran di Wali Kota Jakarta Barat, Forkopimda, mari kita jaga bersama," serunya.
Dia memberi alasan yang realistis, "Karena kondisi ini, kalau perangnya lama pasti pengaruhnya besar."
Sebagai contoh konkret, dia menyoroti kerja sama lintas sektor. Program sosial yang dijalankan PMI DKI Jakarta, misalnya, disebutnya sebagai bentuk nyata gotong royong yang dibutuhkan saat ini. Upaya semacam itulah yang bisa memperkuat ketahanan kota di tengah badai krisis global.
Artikel Terkait
Warga Palu Tukar Sampah Terpilah dengan Takjil di Bulan Ramadhan
Polda Metro Jaya Sediakan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik Lebaran 2026
Manchester City Vs Liverpool Jadi Magnet Utama Perempat Final Piala FA
Panglima TNI Perintahkan Status Siaga Satu, Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah