"Niat mutilasi muncul beberapa saat setelah beliau (Tiara) meninggal. Pikiran saya saat itu pokoknya bagaimana caranya tidak ketahuan,"
ungkapnya polos, namun membuat bulu kuduk berdiri.
Ironisnya, untuk aksi mutilasi itu, ia memanfaatkan pengalamannya pernah menjadi panitia kurban. Malam harinya, dengan tenaga yang tersisa, ia membawa potongan-potongan jasad itu ke pinggiran jalur Pacet-Cangar. Tempat sepi di Dusun Pacet Selatan itulah yang ia pilih untuk membuang bukti kejahatannya.
Di akhir kesaksiannya, nada suaranya pelan, penuh penyesalan. Ia menyampaikan permintaan maaf.
"Saya ingin minta maaf kepada keluarga (Tiara) dan semua yang terdampak. Saya menyesal dengan semua yang saya lakukan,"
ujarnya. Permintaan maaf yang mungkin terdengar hampa bagi keluarga yang kehilangan.
Artikel Terkait
Suami Siri Tewaskan Istri di Depok, Motif Diduga Persoalan Ekonomi
Pixar Dikabarkan Garap Film Ketiga Monsters, Inc.
Singapura Gelar Lomba Esai Pelajar untuk Gali Ide Pemanfaatan AI bagi Ekonomi
Menteri PU Dukung Penyelidikan Proyek Cipta Karya di Sumut dan DKI