Terdakwa Kasus Mutilasi Tiara Ungkap Motif: Emosi yang Menumpuk

- Selasa, 10 Maret 2026 | 00:00 WIB
Terdakwa Kasus Mutilasi Tiara Ungkap Motif: Emosi yang Menumpuk

"Niat mutilasi muncul beberapa saat setelah beliau (Tiara) meninggal. Pikiran saya saat itu pokoknya bagaimana caranya tidak ketahuan,"

ungkapnya polos, namun membuat bulu kuduk berdiri.

Ironisnya, untuk aksi mutilasi itu, ia memanfaatkan pengalamannya pernah menjadi panitia kurban. Malam harinya, dengan tenaga yang tersisa, ia membawa potongan-potongan jasad itu ke pinggiran jalur Pacet-Cangar. Tempat sepi di Dusun Pacet Selatan itulah yang ia pilih untuk membuang bukti kejahatannya.

Di akhir kesaksiannya, nada suaranya pelan, penuh penyesalan. Ia menyampaikan permintaan maaf.

"Saya ingin minta maaf kepada keluarga (Tiara) dan semua yang terdampak. Saya menyesal dengan semua yang saya lakukan,"

ujarnya. Permintaan maaf yang mungkin terdengar hampa bagi keluarga yang kehilangan.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar